Pages1

Friday, April 8, 2011

Jangan Berputus Asa Dengan Rezeki ALLAH - kisah



Janganlah berputus asa pada rezeki Allah, pesan Imam Ahmad bin Hambali. Pesan imam mi bukan tanpa bukti. Diceritakan tentang kisah Rasulullah Saw mengenai seekor ulat yang hidup di dasar laut atas rezeki Allah Swt. Ketika itu, Rasulullah sedang mengadakan acara walimatul ursy dengan seorang wanita sebagai istrinya. Saat para sahabat yang diundang menyaksikan makanan yang dijamukan Rasulullah, mereka membincangkan dan mana Rasulullah akan menghidupi istri-istrinya. Maklum, jamuan walimahnya saja begitu sederhana

Allah Swt. berfirman:
Manusia tidak jemu memohon kebaikan, dan jika mereka ditimpa malapetaka dia menjadi putus asa lagi putus harapan.

Usai shalat berjamaah, Rasulullah lalu bercerita tentang masalah rezeki kepada para sahabatnya yang diundang itu. ini kisah yang disampaikan oleh MalaikatJibril, boleh aku bercerita? tanya Nabi. Para sahabat pun langsung mengiyakan dengan penuh antusias. Lalu, berceritalah Nabi Saw. tentang Nabi Sulaiman yang sedang shalat di tepi pantai. Sulaiman melihat seekor semut berjalan di atas air sambil membawa daun hijau seraya memanggil katak. Setelah itu, muncullah katak dan menggendong semut menuju dasar laut.

Apa yang terjadi di dasar laut? Semut menceritakan bahwa di dasar laut itu berdiam seekor ulat yang soal rezekinya dipasrahkan kepada semut itu. Sehari dua kali aku diantar malaikat ke dasar laut untuk memberi makanan kepada ulat, kata semut.
Siapa malaikat itu? tanya Nabi Sulaiman As.
Ya yang menjelma menjadi katak itu, jawabnya. Setiap usai menerima kiriman daun hijau dan memakannya, si ulat mengucapkan syukur kepada Allah. Maha Besar Allah yang menakdirkan aku hidup di dalam laut, kata ulat.

Di akhir ceritanya, Rasulullah Saw. lalu berkata, Jika ulat yang tinggal di dasar laut saja Allah masih tetap memberinya makan, apakah Allah tega menelantarkan umat Muhammad soal rezeki dan rahmat-Nya? tandas Rasulullah.

Kisah senada dapat pula kita simak. Syekh Imam az-Zahidi pada suatu hari ingin sekali membuktikan bahwa rezeki setiap makhluk itu memang betul-betul telah ditanggung Allah Swt. Ia segera pergi ke hutan, lantas naik ke sebuah bukit dan memasuki gua. Kemudian dia duduk manis di dalamnya seraya memperbanyak tasbih sebagaimana kebiasaannya sehari-hari. Dia pun ingin sekali melihat dengan mata kepalanya sendiri, bagaimana Allah memberi rezeki kepadanya. Ketika itu, dia juga berniat tidak akan memakan apa pun kecuali jika makanan itu masuk sendiri ke dalam mulutnya tanpa dengan suatu usaha.

Setelah keberadaannya dalam gua itu dirasakan cukup lama, dan perutnya mulai merasakan lapar, tiba-tiba saja dia melihat sebuah kafilah yang tersesat, hujan pun turun dengan lebatnya, sehingga memaksa rombongan itu mencari tempat berteduh. Anehnya, yang ditemukan mereka justru gua yang dimasuki az-Zahidi tersebut. Setelah mereka memasuki gua seluruhnya, sejenak kemudian mereka terkejut melihat az Zahidi. Maka, segeralah mereka memanggilnya, Hai penghuni gua!
Namun, az-Zahidi hanya diam, berpura-pura tidak mendengar dan malah berlagak seperti orang kedinginan. Mungkin saja orang ini kedinginan hingga tidak mampu untuk berbicara, ucap seorang di antara kafilah itu.

Mereka segera mengumpulkan sampah-sampah gua untuk dibakar di dekat az-Zahidi dengan maksud agar badannya menjadi hangat. Setelah itu, mereka mengajak berbicara lagi, namun sepatah kata pun tidak keluar dan mulutnya. Maka, seseorang di antara mereka mengatakan, Mungkin saja dia telah lama kelaparan.

Sejenak kemudian, yang lain mengambil makanan yang ditaruhkan pada sebuah piring dan langsung disodorkan tepat di muka az-Zahidi. Lagi-lagi dia tidak bereaksi. Maka, seseorang berkata lagi, Kita buatkan saja susu panas dan bekal kita dan kita bubuhi gula agar terasa lebih nikmat dan mudah ditelan.

Beberapa saat kemudian segelas susu telah tersaji di gelas yang begitu mengundang selera. Ternyata, azZahidi tetap saja diam tidak bergerak. Malah seorang lagi mengatakan, Wahai kawan, aku lihat mulutnya begitu rapat terkatup, mungkin saja dia kesulitan membukanya karena terlalu lama kedinginan, untuk itu tolong kalian mengambil pahat, kita congkel saja mulutnya agar bisa kita masuki makanan.

Maka segera saja dua orang maju di samping az-Zahidi dengan membawa sebuah pahat untuk mencongkel mulutnya dan segera menjejali makanan ke dalamnya. Tepat saat ujung pahat tersebut telah menyentuh bibir az-Zahidi, gelak tawanya tidak tentahank n lagi. Mereka pun terkejut seraya mengatakan, Gila kau!
Tidak, aku tidak gila, aku hanya ingin membuktikan bagaimana Allah betul-betul memberikan rezeki pada setiap hamba-Nya. Kesemuanya, kini telah terbukti bahwa Allah sungguh telah membagi rezeki hamba-hamba-Nya di mana pun berada, oh hatiku kini betul-betul begitu mantap, begitu az-Zahidi mengatakan pada mereka.

Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya, Allah melaksanakan artisan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (QS. ath-Thalaaq [65]: 2-3).

Pernah pula, pada suatu hari dua orang yang sama-sama buta duduk menghadang Ummu Jafar yang terkenal sebagai seorang ibu dermawan. Keduanya bermaksud agar mendapatkan sedekah darinya. Orang buta satunya sudah berkeluarga dan mempunyai banyak anak, maka dia lantas berdoa, Ya Allah, berilah aku kemurahan rezeki-Mu yang begitu luas itu.

Yang satunya lagi belum kawin, dan ketika itu dia berdoa, Ya Allah, murahkanlah hati Ummu Jafan agar mau bersedekah kepadaku.

Di saat itu, ternyata Ummu Jafar telah berada di depan meneka hingga mendengar sendiri doa masing-masing orang buta itu. Begitu tersanjung hati Ummu J afar ketika mendengar doa orang buta lajang ini, sehingga langsung saja dia memberi dua bungkus roti beserta ayam panggang sebagai lauknya yang di dalamnya disisipi uang tiga ratus dinar, namun dia tidak memberi tahu mengenai barang atau jumlah uang yang diberikannya. Sementara itu, si buta yang berdoa dengan mengandalkan kemurahan Allah hanya diberi uang dua dirham, itu saja.

Syahdan, Si buta yang menerima ayam panggang dan dua bungkus roti, ketika itu masih merasa kenyang hingga mengatakan pada seorang kawannya tadi, Hai kawan, aku masih kenyang, untuk itu akan lebih baik jika kau beli saja makanan pemberian Ummu Jafar ini, bagaimana? desak si lajang.
Berapa harganya? tanya yang berkeluarga. Cukup dengan dua dirham pemberian Ummu Jafar tadi, jawab Si lajang.

Peristiwa ini berjalan biasa-biasa saja. Namun, setelah satu bulan berlalu si lajang pun meminta Sedekah lagi pada Ummu Jafar. Kali ini, kecurigaan Ummu Jafar sudah tidak bisa ditutupi lagi, maka segera saja ia bertanya, Tidakkah cukup uang tiga ratus dinar untuk membiayai hidupmu yang masih lajang itu dalam jangka dua bulan?

Mendengar jawaban ini, si lajang terbengong-bengong seraya mengatakan, Ibu kan dulu hanya memberikan dua bungkus roti dan seekor ayam pang gang, dan itu pun telah kujual pada kawanku yang telah berkeluarga tersebut.

Sekarang, ganti UmmuJafar yang kebingungan. Sesaat kemudian, ibu itu mengatakan, Memang benar ucapan kawanmu yang telah berkeluarga itu, dia telah memohon kepada Allah agar dimurahkan rezekinya, ternyata Allah telah memperkenankan doanya hingga Dia memberinya rezeki tanpa diduga sebelumnya. Sedangkan, kau sendiri meminta kepadaku untuk bermurah hati, namun Allah tidak menghendaki dirimu berkecukupan sehingga terjadilah apa yang seharusnya terjadi, begitu nasihat UmmuJafar.

Dan kisah-kisah di atas, kita bisa mengambil pelajaran berharga agar kita mengerti bahwa kaya dan miskin itu sudah ditetapkan Allah. Dia telah menentukan nasib seluruh manusia dengan bagian rezekinya masing-masing. Karena itu, tepatlah bila Syekh al-Izz bin Abdis Salam al-Mishri pernah berkata: Allah Swt. telah menciptakan manusia dalam berbagai derajat dan lapisan, dengan maksud agar orang yang kaya bisa menyuruh pihak orang miskin. Hal demikian merupakan bentuk keadilan Allah. Jika tidak ada kebijaksanaan seperti itu, siapa yang akan mengerjakan sawah, ladang, bekerja di pabrik-pabrik, atau yang mau menjadi suruhan dengan upah sepantasnya. Keharmonisan seperti ini tiada lain agar kemaslahatan umat tercipta, di samping untuk menguji agar dapat diketahui mereka yang ulet dalam menghadapi kehidupan ini dan mereka yang sabar dan ridha dalam menghadapi qadha dan qadar-Nya.

Apa yang dikatakan oleh Syekh al-Izz bin Abdis Salam al-Mishri tersebut tentu akan mengingatkan kita tentang hikmahnya mengapa Allah Swt. menjadikan golongan tertentu kaya dan golongan yang lain miskin. Di antara rujukan yang bisa kita dapat adalah uraian HerbertJ. Gans dalam The Uses of Poverty, yang menyebutkan fungsi seseorang dijadikan miskin yang dikaitkan pula dengan adanya orang-orang kaya.

Di antara fungsi atau jasa-jasa orang miskin sebagaimana yang disebutkan oleh Herbert J. Gans adalah:

(1) kemiskinan (orang-orang miskin) bermanfaat untuk menyubsidi berbagai kegiatan ekonomi yang menguntungkan satu sama yang lain;

(2) kemiskinan adalah menyediakan tenaga kerja, artinya mana mungkin orang mau bekerja bila tidak sangat membutuhkan;

(3) kemiskinan dapat menambah atau memperpanjang nilai guna barang atau jasa. Tidakkah Anda pernah menyaksikan di televisi, bagaimana senangnya orang-orang yang terkena gempa dan menjadi miskin menerima bantuan pakaian-pakaian bekas?;

(4) kemiskinan adalah memperteguh status sosial orang-orang kaya; dan

(5) kemiskinan dapat menyediakan lapangan kerja.

sumber _ email

Thursday, April 7, 2011

Cerita Pengemis Dan Isteri Cantik

Pengemis atau peminta sedekah, kebelakangan ni banyak pulak aku ternampak mereka ni terutamanya dalam pasar malam, kalau kat lorong kulit tu jangan cakap la..ada je diaornag ni duduk kat tengah jalan tu. Tapi kita tak sepatutnya hina mereka ni, mungkin ini punca rezeki mereka. Jangan jadi macam cerita kat bawah ni terkena batang hidung sendiri.

google images

Pada suatu hari, ketika sepasang suami isteri duduk makan. Diruang tamu, datang seorang pengemis berpakaian lusuh meminta belas kasihan mereka. ''Tolonglah Encik ,saya lapar ,sejak semalam tidak menjamah sesuap nasi.''Dengan muka bengis,si suami sambil menjeling isteri yang cantik terus menghalau dan menengking si pengemis itu . Dalam hatinya berkata ''Aku membina perniagaan hingga berjaya bukan untuk orang lain,tapi untuk diri dan keluargaku.'' Si isteri tidak dapat berbuat apa-apa dengan sikap suaminya walaupun dalam hatinya ada niat untuk bersedekah.

Beberapa tahun kemudian, perniagaan si suami jatuh muflis dan dia menjadi miskin. Dia terus menceraikan isterinya kerana tidak mahu isterinya turut menderita sepertinya. Setahun kemudian, isterinya yang masih cantik itu berkahwin pula dengan lelaki lain. Pada suatu hari, sedang si isteri dan suami barunya mengadap makanan, tiba-tiba seorang pengemis mengetuk pintu sambil meminta belas kasihan. Mendengar rayuan pengemis itu, si suami menyuruh isterinya menghidangkan sepinggan nasi berlaukkan seperti yang mereka makan. Setelah memberi sepinggan nasi kepada pengemis, si isteri menangkup muka sambil menangis.

Si isteri mengadu, si pengemis itu sebenarnya adalah bekas suaminya yang dulu pernah menengking seorang pengemis . Suami yang baru itu menjawab dengan tenang : ''Demi ALLAH ,akulah pengemis yang dihalau dan ditengking itu .

RASULULLAH S.A.W Bersabda: ''Sedekah itu dapat menutup 70ribu kejahatan''.

Anas Malik pula meriwayatkan bahawa NABI MUHAMMAD S.A.W ada bersabda yang bermaksud ; ''Barang siapa mempunyai harta, maka bersedekahlah dia dengan kekayaanmu. Barang siapa yang mempunyai ilmu, maka sedekahlah dengan ilmunya dan barang siapa yang mempunyai tenaga bersedekahlah dengan tenaganya''.

MORAL :
CERITA INI MEMBERI PENGAJARAN BAHAWA HIDUP KITA SEPERTI PUTARAN RODA DAN TIDAK SELALUNYA DI ATAS. ADA MASA DAN KETIKANYA KITA AKAN TURUN DAN KE BAWAH DAN NAIK SEMULA ATAU SEBALIKNYA

Smber : Email

Inspira or Lancer...??!!

Sajer tak der keja nak buat comparison lancer n inspira.


front view



back view












Antara dua ni aku lebih suka lancer body sporty lagi..tapi walau apa pon aku sokong jugak barang copycat buatan Malaysia...Malaysia Boleh.




Exora for 2nd Car..??!!

Proton again...??!!...haritu masa p service keta ada gak survey keta, kat showroom sebelah tu, bole tahan gak keta inspira 1.8cc copycat mitsubitshi lancer, kalau aku beli keta ni tukar lambang je dah jadi lancer. Tapi bukan keta ni aku nak cari for second car, i prefer more comfortable for a familiy. Kalau nak survey mestilah nak bandingkan dengan semua MPV yang adakan...so ini lah perbezaannya. Harga pun around 60k-70k, ok la made in Malaysia.

Sumber : paultan


ExoraLivina 1.6Avanza 1.5RondoInnova
Kerb Weight1,422kg1,245kg1,120kg1,563kg1,575kg
Length4,592mm4,420mm4,150mm4,545mm4,580mm
Width1,809mm1,690mm1,630mm1,800mm1,770mm
Height1,691mm1,590mm1,695mm1,650mm1,755mm
Wheelbase2,730mm2,600mm2,655mm2,700mm2,750mm
Track (F)1,542mm1,470mm1,415mm1,573mm1,510mm
Track (R)1,530mm1,475mm1,425mm1,569mm1,510mm
Fuel Tank55L52L45L55L55L
Power (hp)125hp104hp108hp142hp134hp
Torque (Nm)150Nm150Nm141Nm189Nm182Nm
kg/Nm9.488.37.948.278.65



Ruangan dalam yg luas n selesa

leather seats..i like..

Seat yg bole dilipat-lipat

Ruang yg lebih luas

So secara keseluruhannya memang memuaskan ....cuma sediakan 'ongkos'nya saja.

Wasiat untuk Yang Tersayang

Ini adalah antara kisah-kisah menarik yang aku nak kongsikan bersama actually dah banyak kali dapat melalui email, ada yang dah baca ada jugak yang tak sempat nak baca. Kisah dan tauladan yang boleh kita jadikan iktibar dan dijadikan sebagai panduan.

Wasiat untuk isteri tersayang

Kira-Kira 15 hari yang lalu, seorang hamba Allah (si A),telah pun kembali ke rahmatullah secara mengejut (kerana sakit jantung).Allahyarham adalah merupakan seorang yang amat dihormati dan disegani di kampung beliau.

Semasa jenazah Allahyarham diletakkan di ruangtamu rumahnya sementara menunggu untuk diuruskan oleh saudara mara dan sahabat handai, isteri Allahyarham tidak berhenti-henti meratapi jenazahnya sambil merungut-rungut.

Si penulis (penulis asal cerita ini) yang kebetulan anak saudara Allahyarham, ada di sebelah balu Allahyarham pada ketika itu.Beliau merasa amat hairan dengan sikap balu arwah itu. Si balu sepatutnya membaca ayat-ayat suci al-Quran untuk dihadiahkan kepada arwah.Kira-kira 10 minit kemudian, kakak ipar arwah (kakak balunya)pun sampai.

Beliau turut merasa hairan dengan sikap adiknya yang meratapi dan merungut itu, lantas beliau melarang adiknya berbuat demikian sambil bertanya akan sebabnya.

Antara jawapannya ialah:
Suaminya tidak membuat surat wasiat (yang sebenarnya ada).Tanah pusaka milik suaminya tidak sempat ditukarkan ke nama beliau dan anak-anaknya. Suaminya tidak sempat memindahkan saham syarikat suaminya bersama-sama adik-adiknya kepada beliau (Allahyarham memegang saham sebanyak 50% dan 5 orang adik-adiknya memegang 10% setiap seorang).

Untuk makluman, arwah adalah seorang yang agak berjaya dalam perniagaannya.
Syarikat yang diuruskan oleh arwah sangat maju dewasa ini.Di samping itu, arwah memiliki kira-kira 12 ekar tanah dipinggir Putrajaya dan kira-kira 50 ekar di sekitar kawasan Sepang/Dengkil.

Setelah seminggu arwah dikebumikan, peguam arwah memanggil waris-warisnya untuk dibacakan surat wasiat arwah. Penulis juga turut dipanggil tanpa mengetahui akan sebabnya. Allahyarham mempunyai 4 orang anak, yang sulong masih lagi bersekolah di tingkatan 4 manakala yang bongsunya berusia 6 tahun.

Antara kandungan surat wasiat Allahyarham ialah: 30% syer perniagaannya diserahkan kepada anak saudara perempuannya yang juga ahli perniagaan,dan 20% lagi diagihkan sama rata kepada anak-anaknya dengan anak saudara perempuannya sebagai pemegang amanah.

Tanah pusakanya seluas 10 ekar di pinggir Putrajaya dibahagikan sama rata kepada anak-anak perempuannya (2 orang) dan 2 ekar untuk anak saudara lelakinya yang juga pemegang amanah untuk anak-anak perempuannya.
Anak-anak lelakinya yang berumur 14 dan 10 tahun, diberikan tanah 15 ekar seorang dengan saudara lelakinya sebagai pemegang amanah.Saham-sahamnya diserahkan kepada anak-anaknya dan dibahagikan mengikut hukum syarak, dan diuruskan oleh saudara perempuannya yang diberi 20%.

Wang tunainya di bank (persendirian diamanahkan kepada kakaknya untuk menampung pembiayaan anak-anaknya jika isterinya tidak berkahwin lagi.

Jika isterinya berkahwin lagi, beliau meminta peguamnya meminta mahkamah memberikan hak penjagaan anak-anaknya kepada kakaknya. Rumah dan tapak rumahnya diwakafkan untuk anak-anak yatim Islam dan sebuah surau,dan hendaklah diserahkan kepada Majlis Agama Islam.

Harta-hartanya yang lain iaitu 2 buah kereta diberikan kepada adik lelakinya yang ketiga dan kelima; manakala baki tanah 20 ekar dibahagikan sama rata kepada adik-adik dan kakaknya.

Setelah selesai wasiat tersebut dibaca, isterinya membantah keras kerana tiada satu pun harta yang diserahkan kepadanya melainkan sebuah proton saga yang tidak dimasukkan dalam wasiat tersebut (yang memang digunakan oleh isterinya).

Belum sempat isterinya terus membantah, peguam Allahyarham membacakan satu kenyataan mengenai isterinya yang terkandung dalam wasiat itu.

‘Isteriku tidak akan kuberikan apa-apa kecuali pengampunan. Terlalu banyak dosanya kepadaku. Maka pengampunan adalah hadiah yang paling berharga.’

‘Tidak pernah aku merasa masakannya sejak mula berkahwin walaupun pernah aku suarakan. Tiada belas kasihan terhadap aku, baik semasa sakit apatah lagi jika aku sihat.’

‘Herdik dan tengking kepada aku dan anak-anak adalah lumrah.. Keluar rumah tidak pernah meminta kebenaran daripada aku. Makan dan minum anak-anak adalah tanggungjawab bibik (pembantu rumah).K ain bajuku tidak pernah diuruskan, dan yang paling menyedihkan, tiada mahunya dia mendengar pandangan dan nasihatku untuk kesejahteraan rumahtangga.’

‘Kebahagiaan aku selama ini hanya dengan amalanku,tugas seharianku,anak- anakku dan adik-beradikku, terutama kakakku (yang sebagai pengganti ibu).’

Selepas peguam Allahyarham membacakan kenyataan itu,barulah penulis faham mengapa balu Allahyarham begitu meratap dan merungut semasa berada disisi jenazahnya. Marilah kita renungi bersama.Semoga dengan apa yang terjadi di atas,akan memberikan satu pengajaran yang berguna kepada kita sebagai umat Islam

-she should be thankful…. . she got the forgiveness from her husband-

Nuffnang Ads